Thursday, August 14, 2008

Sungguh, Image itu mahal harganya..

Sore ini ada hikmah yang dapat saya ambil dari kasus seorang rekan. Sudah hampir dua minggu ini kantor kami kebanjiran komplain atas proyek yang dikerjakan oleh teman saya. Proyek lama yang baru saja selesai dan feedbacknya (mungkin) agak mengecewakan. Deadline yang tadinya bulan Mei, terus-menerus mundur hingga akhir Juli baru dapat terealisasi.

Kejadian ini tentu saja membuat image teman saya yang mengerjakan proyek itu menjadi sedikit tercoreng. Banyak pandangan negatif tentang dirinya. Ada yang mengganggap dia gak proffesional lah, gak becus lah, ini lah.. itu lah.., ditambah si teman saya itu mempunyai masalah dengan absensi alias selalu datang terlambat. Bagi saya dan rekan satu tim lainnya, keterlambatan dia dapat dimaklumi dan bukan tanpa alasan. Tiap hari pulang tengah malam dan (mungkin) dia lah karyawan yang terakhir keluar dari kantor.

Seminggu belakangan ini dia sibuk untuk menutupi semua kekurangan dari proyeknya, dia berusaha memperbaikinya se-perfect mungkin, bahkan dia sempat meminta saya untuk mencoba dan membuktikan bahwa proyek yang telah diperbaikinya itu sempurna tanpa ada kekurangan. Dan saya sendiri harus mengakui bahwa proyek yang dikerjakannya sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya walaupun masih ada sedikit kekurangan, tapi hal itu masih bisa diperbaiki.

Dan sekarang, disaat dia berjuang keras mati-matian untuk mempertahankan proyeknya, untuk membuktikan kepada divisi lain bahwa proyeknya hampir sempurna, mulus dan lancar, tetap saja orang lain menilai proyeknya gagal. Sang boss akhirnya mengambul keputusan untuk membeli program (proyek serupa yang dikerjakan teman saya) kepada perusahaan lain.

Sungguh, image itu mahal harganya..

0 comments: